Gitarku (II)
Koleksi gitar listrik saya yang cukup lama adalah sebuah Fender American Standard Telecaster yang saya miliki sejak 1996. Sejak didirikan oleh Leo Fender lebih dari 50 tahun lalu Fender adalah salah satu gitar yang terlaris dan paling berpengaruh di dunia. Jimi Hendrix, Eric Clapton dan Jeff Beck adalah beberapa diantaranya yang mempopulerkannya di tahun 60-an. Kemudian dilanjutkan oleh generasinya Yngwie Malmstein dan Ritchie Sambora. Tidak seperti nama-nama yang saya sebut terdahulu yang menggunakan Fender Stratocaster, koleksi saya adalah sebuah Telecaster. Telecaster mengeluarkan suara khas yang dinamakan Twangy sound. Menggunakan neck/fingerboard dari bahan kayu maple dan body gitar dari bahan kayu Ash, dengan single coil suaranya terdengar kering dan garing khas Telecaster. Konstruksi bridge dan tailpiece-nya juga khas dengan senar terkait langsung ke body gitar. Hal ini memungkinkan getaran senar langsung diteruskan ke kayu untuk menambah sustain. Terus terang untuk memainkan blues, rock 60’s dan 70’s gitar ini cocok sekali. Note-note yang di-bending akan terdengar in tune karena tidak adanya pegas yang menghubungkan bridge dengan body gitar, suatu hal yang agak sulit dicapai oleh gitar dengan whammy bar. Yang jelas kalau ingin nge-blues saya pasti menggunakan gitar ini.
Karena begitu terhanyut dengan lagu "The Change of Season" sebuah epik 22 menit saya akhirnya mengkoleksi 2 buah gitar 7 senar. Sebuah Ibanez RG 7120 yang saya koleksi tahun 2000 dan sebuah Musicman John Petrucci Model 7 senar yang saya miliki sejak 2004. Kedua-duanya adalah gitar yang luar biasa. Kedua-duanya menggunakan rosewood fingerboard dan basswood body. Bedanya Ibanez menggunakan Floyd Rose whammy bar sedangkan Musicman menggunakan custom bar yang didesain khusus untuk John Petrucci. Musicman yang saya miliki juga mempunyai piezo pickup aktif yang memungkinkan mengemulasi suara gitar akustik. Dari sisi collectable tentu saja Musicman memiliki nilai lebih.
Selain gitar-gitar listrik yang sudah dibahas, saya masih ada 2 buah gitar lagi yang "dipinjam" oleh orang lain. Sebuah Yamaha Electric, yang merupakan laboratorium gitar he….he…he…… Waktu itu saya masih SMA (1988) dan saya hanya punya uang cukup untuk beli gitar ini. Sebuah gitar yang sangat standar dengan 3 buah single coil dan stop tailpiece. Kemudian saya dapat rejeki dari ngajar privat dan kerja bengkel untuk ngebeli Floyd Rose Whammy Bar imitasi. Body gitar itu kemudian saya bobok dengan pahat kayu untuk memasang Whammy Bar. Hal ini ngebuat gitar jadi lebih stay in tune. Beberapa kali gitar ini saya pakai manggung jaman mahasiswa dulu. Kemudian karena saya sudah punya uang untuk beli Ibanez 540R, gitar ini jadi jarang dipakai. Akhirnya ketika main ke rumah, kakaknya Wibi (temen SMA saya) ngebawa pulang itu gitar dan gak dikembaliin sampai sekarang
Gitar lainnya, sebuah Ibanez RG 550, dengan maple fingerboard dan basswood body. Dengan 24 fret dan konfigurasi pickup yang garang. Gitar ini adalah "mesin tempur" rocker sejati. Doble locking tremolo whammy bar-nya bisa ngebuat gitar ini mengeluarkan suara "dive bomb". Nothing wrong with this guitar actually. One day, seorang teman sekantor saya datang ke rumah dengan anaknya yang masih SD. Ketika itu saya sedang main gitar dan anaknya ngerengek minta dibeliin gitar. Akhirnya kita jalan-jalan ke toko alat musik untuk nyari gitar. Tapi dari semua gitar yang ada tidak ada yang kualitasnya nyamain Ibanez RG 550 saya. Sementara gitar saya ini harganya cukup mahal. Lama-lama saya kasihan juga dengan teman saya ini. Considering gue masih bujangan waktu itu (dan sampai sekarang masih jomblo juga he…he…he….) dan mungkin kalau ada rejeki dari Tuhan gue masih bisa nabung untuk beli gitar lagi, saya bilang "Mas udah dech, bawa gitar saya aja". Teman saya ini gak mau kalau dikasih, akhirnya dia bayar gitar saya Rp. 1,5 juta. Saya bilang, "Tapi tolong dijagain dan jangan sampai rusak. Kalau nanti udah bosen tolong jangan dijual ke orang lain, telpon saya aja nanti saya beli lagi". ![]()
Ok cukup segini dulu untuk hari ini, nanti kita lanjutkan dengan akustik gitar
‘Til then take care and enjoy your day.






Mas, Ibanez RG 7620 nya mo di jual gak? he..he..he..
Comment by Ario_Gilberto — March 13, 2009 @ 5:34 pm