-->

..:: seize the day ::..

October 10, 2006

Orang-orang tanpa Negara

Filed under: others

Hampir semua kita pernah mendengar tentang kisah bangsa Yahudi. Sampai akhirnya berhasil mendirikan negara Israel dengan gerkan Zionisnya, orang-orang Yahudi bisa dikategorikan stateless community. Sebuah suku yang menyebar mulai dari ujung timur Persia sampai ujung barat Afrika Utara, dari Eropa sampai Yaman tetapi tidak mempunyai negara.

Ternyata ada banyak kasus serupa di dunia ini. Orang-orang Kurdi menetap di setidaknya di tiga negara, Turki, Irak dan Iran. Juga komunitasnya ditemukan di Amerika Utara dan Eropa. Mereka tidak mempunyai negara. Orang-orang suku Armenia, walaupun sudah memiliki negara (sekarang) tetapi juga masih menimbulkan masalah di Turki dan Irak. Orang-orang Armenia yang tinggal di luar Armenia juga lebih banyak daripada yang tinggal di Armenia sendiri. Terakhir orang-orang Armenia di Nagorno-Karabakh sebuah provinsi di Azerbaijan memberontak terhadap pemerintah Azerbaijan. Ini menjadi cukup masalah karena orang-orang Azeri juga cukup banyak yang tinggal di Armenia (karena mereka bertetangga), akibatnya orang-orang Azeri di Armenia hampir seluruhnya melarikan diri ke Azerbaijan. Hal ini diperparah dengan sentimen agama, karena orang Armenia beragama kristen apostle, sedangkan orang Azeri beragama Islam (dari kelompok Shiah).
Armenia merupakan negara tertua di dunia yang menyatakan Kristen sebagai agama negara, bahkan mengalahkan Vatikan. Kristen di Armenia disebarkan oleh dua orang murid Yesus sendiri (makanya disebut Kristen Apostle). 

Orang-orang Azeri ini sendiri ternyata merupakan 24% dari penduduk Iran, tetapi karena kesamaan agama dan budaya mereka tidak menimbulkan masalah di Iran.

Orang-orang Kashmir di India telah lama dicap separatis oleh pemerintah India (mostly karena mereka beragama Islam). Sedangkan oran Kashmir di Pakistan relatif tidak menimbulkan masalah.

Orang Chechen di Kaukasus, selalu menimbulkan masalah bagi Federasi rusia karena keinginan mereka untuk memerdekakan diri terlepas dari federasi Rusia. Setidaknya 3 negara federasi Rusia bertetangga di Kaukasus, Chechnya, Dagestan dan Ingusethia merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Hanya orang Chechnya yang berjuang untuk merdeka penuh.

Yang sangat mengagumkan adalah orang-orang Turkmen. Mereka memiliki negara di Asia Tengah bernama Turkistan. Tetapi pada abad ke-9 sampai 12 mereka bermigrasi, didukung oelh kebijakan kekhalifahan Islam yang menyewa mereka sebagai tentara karena keahlian suku ini dalam memanah. Mereka disebut sebagai Mamluk. Jenderal-jenderal mereka menjadi panglima perang yang tangguh dan cerdas. Mesir sempat diperintah oleh kerajaan Mamluk ini. Akhirnya mereka menguasai Asia Kecil?anatolia dan mendirikan kerajaan Seljuk yang akhirnya berkembang menjadi Kekhalifahan Ottoman yang berpusat di Istanbul. Sampai sekarang mereka menjadi bangsa yang mendiami wilayah yang kita kenal sebagai negara Turki.

Orang-orang China di Indonesia dan banyak negara di dunia juga dalam beberapa hal dapat dikategorikan sebagai stateless people. Mereka menjadi industrialis dan pebisnis yang hebat.

Mempelajari pergerakan bangsa-bangsa ini. Satu hal harus diakui sebagai keahlian mereka adalah kemampuan mereka untuk beradaptasi dan berasimilasi, mengembangkan pengetahuan dan pada akhirnya menjadi inspirasi karena kesuksesannya.

Di Indonesia kita mengenal peribahasa "di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung". Barangkali inilah ungkapan yang tepat untuk suku bangsa ini. Setidaknya ada 2 suku bangsa di Indonesia yang mempunyai kemampuan adaptasi dan asimilasi seperti ini yaitu suku Minang dan Bugis. Kita dapat melihat komunitas kedua suku ini di berbagai daerah di Indonesia dan yang penting kehadiran mereka sejauh ini tidak menimbulkan konflik di tempat mereka berada.

Wallahu’alam   

It’s Time to Write Again

Filed under: others

Setelah sekitar 3 bulan tidak menulis di sini, saya mencoba menulis lagi. Dalam 3 bulan ini memang kerjaan saya lagi sibuk-sibuknya. Dan ternyata sulit sekali mencuri waktu untuk sekedar membagi di sini. Kebetulan kita lagi melakukan network security assessment di sebuah perusahaan telekomunikasi.

It’s Ramadhan. The Holy month of Islam. Susah juga ngejelasinnya, bulan terindah dalam hidup kita. Happy fasting folks ! Biasanya selama Ramadhan saya lebih banyak baca Qur’an, baca buku-buku sejarah nabi dan sejarah peradaban Islam. Selain itu udah sekitar 4 tahun ini, karena Ramadhan jatuh di bulan November-Desember saya juga harus melewati puasa dengan ngebuat corporate business plan. He..he..he… nasib.

Saya coba baca-baca lagi, meremind ingatan saya tentang sejarah Khulafaur Rasyidin, Kekhalifahan Muawiyah, Kekhalifahan Abbasiyah, Fatimiyyah, Ayyubiyyah, Mamluk dan Seljuk, Turco-Mongol, Ottoman. Baca ketenangannya Abu Bakar, ketegasan dan kepandaian Umar, kerapihan Ustman, keberanian Ali.

Mencoba memahami kembali mengapa Ali berperang dengan Aisyah, Talhah dan Zubair dalam perang unta? Mengapa 40 tahun setelah Muhammad wafat, terjadi peristiwa Karbala? Mengapa Bani Umayyah mengganti sistem kekhalifahan yang demokratis menjadi monarkis? 

Juga mencoba bertanya-tanya apakah kalau Dinasti Umayyah yang serakah itu tidak menjadi khalifah apakah Islam akan tetap berkembang seperti sekarang ini? (sumbangsih Umayyah dalam peradaban Islam antara lain pembangunan Masjid Umayyah di Damaskus, pembangunan Dome of The Rock di Jerusalem, pengembangan armada laut Islam, pendirian dinasti Islam di Andalusia, penyerapan ilmu pengetahuan dari Yunani dan Rumawi ke dalam peradaban Islam dsb). Bagaimana kalau Dinasti Abbasiyyah yang menggulingkan Umayyah berhasil menahan serangan Jengis Khan? Mencoba meraba-raba kebesaran Timur Lang, seorang Turco-Mongol, keturunan Mongol yang beragama Islam (kakeknya adalah seorang kepala suku Mongol yang pertama kali memeluk Islam).

Membayangkan kekuatan asimilasi orang-orang Turk yang aslinya dari Asia Tengah (Turkistan, Tajikistan, Uzbekistan) yang kemudian karena memeluk Islam dan keahlian memanahnya diangkat sebagai tentara Dinasti Abbassiyyah yang disebut Mamluk. Kemudian menjadi jenderal-jenderal perang yang hebat dan menguasai Mesir dan Syria. Dan bahkan menguasai Asia Kecil/Anatolia dan mendirikan kerajaan Seljuk. Membayangkan pergerakan sebuah suku besar dari Asia Tengah sampai daerah yang sekarang kita kenal dengan negara Turki dan menguasai daerah itu. Orang-orang Seljuk ini yang kemudian mengalahkan Byzantium dan menguasai Konstantinopel dan membentuk Kekhalifahan Ottoman.

Membaca sejarah membuat kita dapat mempelajari hal-hal yang dilakukan oleh orang besar.