FITNA Scandal
Ada-ada aja nih om Geert Wilders! Kurang candaan kali dia.
Dua minggu belakangan ini banyak email yang saya terima berkaitan dengan masalah ini. Bahkan sampai di milist-milist yang gak ada hubungannya dengan religi juga ada. Ada yang berapi-api menanggapi, ada yang becanda juga. Lucunya ada email yang ditulis orang Malaysia yang diforward kesana kemari berisi ajakan boikot dst.
Mari kita tanggapi dengan santai dan jangan emosi.
Please jangan terlalu emosional. Nabi juga pernah dilemparin kotoran unta dan tetap bersabar. Anggap aja nggak ada si Geert itu. Di Belanda ada juga koq anggota dewan kota yang Muslim, di Schiphol juga ada tempat shalat walaupun namanya ruang meditasi yang bisa dipakai seluruh agama, tapi yang pakai kebanyakan orang Muslim yang shalat. Dan ruangannya lebih bersih dan nyaman dibandingkan musholla di Bandara SIM Banda Aceh atau Bandara Minangkabau yang masih baru di Padang yang penduduknya hampir 100% Muslim
Di Perancis dan Jerman kita bisa lihat wanita-wanita berjilbab di trem, bis dan kereta bawah tanah. Waktu kerja di EADS di Toulouse gue juga ada teman 3 orang warga Perancis yang berjilbab dengan aman.
Ngutip tulisan seorang ahli ekonomi Islam di Inggris, "Saat ini kita berada dalam posisi yang tidak untuk mengajari peradaban barat,…."
Selanjutnya baca aja di bukunya "The Problems with Interest" interesting book.
Sekarang kalau kita mau boikot, ada nggak produk-produk penggantinya yang udah sebanding. Di Indonesia aja timbangan curang di mana-mana, korupsi luar biasa, laju pengrusakan hutan di Indonesia terbesar di dunia. Malaysia menampung kayu-kayu curian dari hutan Indonesia, menyiksa saudara-saudara muslimnya yang kerja jadi kuli kasar dan pembantu di sana. Juga lihat perlakuan UMNO partai berkuasa terhadap PAS di Malaysia. Arab dan Kuwait ngebiayain tentara Amerika di Irak, tentara Turki ngebunuhin orang-orang Kurdi, di Pakistan bom menjadi jawaban bagi perseteruan politik. Di Somalia orang-orang Muslim mati kelaparan sementara saudara-saudaranya di seberang Laut merah hidup berlebihan.
Apakah ini ajaran Nabi SAW?
Ditambah lagi perlakuan orang Barat ke kita. Gue sendiri pernah ngalamin di interogasi di Muenchen Airport gara-gara nama gue pakai Muhammad dan paspor gue Indonesia. Mereka nanyain macam-macam sampai gue tunjukin surat kerja gue dari EADS baru mereka terdiam.
Jangan nambah-nambah penderitaan saudara-saudara kita karena emosi sesaat. Memang sebagian orang Barat punya trauma terhadap Islam. Karena itu saatnya memberi penjelasan dengan prestasi dan budaya yang tinggi.
Kalau kita mau dihargai mungkin sekarang saatnya kita berprestasi dalam setiap bidang kita. Sehingga orang lain akan menghargai kita. Kira-kira begitu.
Wallahu ‘alam




