-->

..:: seize the day ::..

April 8, 2008

FITNA Scandal

Filed under: my opinion

Ada-ada aja nih om Geert Wilders! Kurang candaan kali dia.

Dua minggu belakangan ini banyak email yang saya terima berkaitan dengan masalah ini. Bahkan sampai di milist-milist yang gak ada hubungannya dengan religi juga ada. Ada yang berapi-api menanggapi, ada yang becanda juga. Lucunya ada email yang ditulis orang Malaysia yang diforward kesana kemari berisi ajakan boikot dst.

Mari kita tanggapi dengan santai dan jangan emosi.

Please jangan terlalu emosional. Nabi juga pernah dilemparin kotoran unta dan tetap bersabar. Anggap aja nggak ada si Geert itu. Di Belanda ada juga koq anggota dewan kota yang Muslim, di Schiphol juga ada tempat shalat walaupun namanya ruang meditasi yang bisa dipakai seluruh agama, tapi yang pakai kebanyakan orang Muslim yang shalat. Dan ruangannya lebih bersih dan nyaman dibandingkan musholla di Bandara SIM Banda Aceh atau Bandara Minangkabau yang masih baru di Padang yang penduduknya hampir 100% Muslim :)

Di Perancis dan Jerman kita bisa lihat wanita-wanita berjilbab di trem, bis dan kereta bawah tanah. Waktu kerja di EADS di Toulouse gue juga ada teman 3 orang warga Perancis yang berjilbab dengan aman.

Ngutip tulisan seorang ahli ekonomi Islam di Inggris, "Saat ini kita berada dalam posisi yang tidak untuk mengajari peradaban barat,…."
Selanjutnya baca aja di bukunya "The Problems with Interest" interesting book.

Sekarang kalau kita mau boikot, ada nggak produk-produk penggantinya yang udah sebanding. Di Indonesia aja timbangan curang di mana-mana, korupsi luar biasa, laju pengrusakan hutan di Indonesia terbesar di dunia. Malaysia menampung kayu-kayu curian dari hutan Indonesia, menyiksa saudara-saudara muslimnya yang kerja jadi kuli kasar dan pembantu di sana. Juga lihat perlakuan UMNO partai berkuasa terhadap PAS di Malaysia. Arab dan Kuwait ngebiayain tentara Amerika di Irak, tentara Turki ngebunuhin orang-orang Kurdi, di Pakistan bom menjadi jawaban bagi perseteruan politik. Di Somalia orang-orang Muslim mati kelaparan sementara saudara-saudaranya di seberang Laut merah hidup berlebihan.
Apakah ini ajaran Nabi SAW?

Ditambah lagi perlakuan orang Barat ke kita. Gue sendiri pernah ngalamin di interogasi di Muenchen Airport gara-gara nama gue pakai Muhammad dan paspor gue Indonesia. Mereka nanyain macam-macam sampai gue tunjukin surat kerja gue dari EADS baru mereka terdiam.

Jangan nambah-nambah penderitaan saudara-saudara kita karena emosi sesaat. Memang sebagian orang Barat punya trauma terhadap Islam. Karena itu saatnya memberi penjelasan dengan prestasi dan budaya yang tinggi.

Kalau kita mau dihargai mungkin sekarang saatnya kita berprestasi dalam setiap bidang kita. Sehingga orang lain akan menghargai kita. Kira-kira begitu.

Wallahu ‘alam

May 29, 2006

Gempa Lagi

Filed under: my opinion

Manusia memang tidak punya kekuatan apa-apa. Kalau Allah berkehendak apapun akan terjadi. Gempa di Yogyakarta kemarin kekuatannya kira-kira 60% dari gempa Aceh, sekitar 5,9 SR. Gempa yang berlangsung sekitar 1 menit pada jam 6 kurang 10 menit pagi hari 27 Mei 2006 itu cukup untuk menewaskan sekitar 4000 orang. Kebanyakan karena tertimpa bangunan. You can’t do anything about it.

Tapi yang mungkin harus kita pertanyakan adalah mengapa Indonesia dalam 3 tahun belakangan ini seringkali ditimpa bencana. Coba saja mulai dari NTT, Papua, Aceh, Merapi, Jogja gempa. Lalu kelaparan di mana-mana, belum lagi wabah flu burung, filariasis yang mulai mengganas (kembali) di Jawa dsb.

Ketika keluar dari PNS sekitar 5 tahun lalu, saya mengeluarkan sebuah thesis bahwa korupsi adalah kejahatan kemanusiaan. Apalagi jika korupsi itu dilakukan secara bersama-sama. Waktu itu kata-kata saya dicibir oleh banyak teman-teman saya. Saya bilang saya keluar dari PNS bukan karena saya tidak suka dengan rejim ataupun pekerjaannya. Tetapi karena saya takut tidak bisa bertahan lebih lama lagi, takut saya akan korupsi juga. Saat itu karier saya sudah mulai bagus dan tawaran dari mana-mana mulai berdatangan. Tetapi saya tidak bisa untuk bertahan (untuk tidak korupsi) karena lingkungan saya membuat korupsi dan "penyalahgunaan" wewenang adalah rezeki dan hal yang biasa bahkan bisa jadi prestasi.

Asumsi saya mengambil pelajaran dari kitab suci adalah Allah pasti akan menghukum suatu kaum yang banyak membuat kemudharatan walaupun dalam kaum itu ada juga orang-orang yang jujur dan beriman. Di zaman Nabi Nuh walaupun ada kaum Nuh yang beriman tetap saja banjir besar datang dan tidak pandang bulu semua orang pasti menjadi susah. Kaum Ad dan Tsamud begitu juga, walaupun ada orang yang beriman di dalam kaum itu tetapi karena sudah terlalu banyak orang yang melampaui batas azab tetap datang dan yang pasti semuanya menjadi ikut susah.

Kitab suci mengatakan bahwa kamu akan diuji dengan rasa takut dan kelaparan! Sekarang coba kita timbang-timbang. Korupsi yang terjadi sudah luar biasa berakar dilakukan secara bersam-sama dan terang-terangan. Belum lagi ditambah komentar-komentar orang yang berpengaruh yang bilang Al Qur’an adalah buku terporno yang pernah ada. Na’udzubillah dan semog orang ini disadarkan Allah. Penolakan RUU APP, bahkan negara Amerika aja punya aturan/UU tentang pornografi, jadi orang-orang ini masuk golongan mana?

Saya berdoa semoga saudara-saudara kita di Yogyakarta yang meninggal dalam musibah kemarin diterima dengan layak di sisi Allah, dan kita semua yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kecerdasan untuk makin mebaca tanda-tanda dari Allah.

Wallahu ‘alam.

May 26, 2006

Rubbish Van Java

Filed under: my opinion

Sudah dua minggu ini Bandung menyita perhatian masyarakat. Sayangnya khabar yang kurang baik yaitu menumpuknya sampah di Bandung. Saya sempet ngelihat TV dan …. sungguh memalukan tumpukan sampah menggunung di jalan-jalan protokol Bandung. Lalat dan …. belatung bertebaran di tempat-tempat itu.

Sungguh ironis karena selama ini Bandung dikenal sebagai kota yang berselera tinggi dengan dandanan dan pakaian anak mudanya yang modis. Bahkan orang Jakarta memenuhi Bandung di hari-hari libur hanya untuk berbelanja pakaian di outlet-outlet yang bertebaran di Bandung. Selain itu di Bandung berdiri ITB, sebuah sekolah yang dipenuhi oleh orang-orang pintar yang menjadi barometer ilmu pengetahuan Indonesia. Tetapi mengapa urusan sampah saja tak terselesaikan.

Sampah adalah urusan dasar manusia. Semua orang menghasilkan sampah belum lagi industri. Kalau mengurus sampah saja tidak bisa bagaimana mengurus yang lain. Mengapa pemerintah kota Bandung tidak kreatif? Mengapa dosen dan mahasiswa ITB tidak menerapkan ilmunya bagi kebutuhan yang dasar ini? Apakah urusan sampah memang demikian rendahnya sehingga ITB tidak tergerak untuk aktif dan kreatif ikut menanganinya.

Pemerintah kota Bandung bener-bener malu-maluin dan tidak kreatif. Masak urusan ginian aja sampai ngebuat Presiden RI turun tangan memerintahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Sekretaris Kabinet untuk ikut menyelesaikannya? Apa dana APBD sudah demikian banyak yang terpakai (atau masuk kantong pribadi kah?) sehingga harus menunggu dana dan kebijakan dari pusat? Apa walikotanya gak malu jadi walikota dan gak punya otak ya?

emoticon 

May 24, 2006

Libur Lagi

Filed under: my opinion

Jum’at tanggal 26 Mei 2006 adalah hari kejepit. Kamis 25 Mei 2006, adalah hari libur satu agama tertentu yang diakui oleh republik.

Sejak …… kalau gak salah jaman Gus Dur, pemerintah menetapkan hari cuti bersama nasional untuk pegawai negeri. Alasannya adalah penetapan cuti ini adalah supaya tidak terjadi lagi bolos bersama di kalangan PNS sebenarnya. Memang kemudian ditambah embel-embel bahwa dengan demikian pemerintah juga akan memicu pertumbuhan industri pariwisata karena orang-orang akan pergi berlibur.

Masalahnya menurut saya tidak sesederhana itu.

Pertama hari kerja kita sebagai bangsa "terbelakang" tidak cukup untuk mengejar ketertinggalan kita. Saya ingat dulu waktu waktu masih berkarir di salah satu instansi dan harus berdiskusi teknis pendirian pabrik dengan orang SGN Perancis. Mereka mengeluh karena hari kerja Indonesia terlalu sedikit untuk mengejar break even point. Maka, maaf, kalau pemerintah membandingkan orang Indonesia dengan bangsa maju yang kadangkala libur 2 bulan di musim panas kelihatannya menjadi kurang cerdas.

Kedua, berapa banyak orang Indonesia yang punya uang untuk berlibur. Atau mungkin yang sedikit ini saja sudah cukup untuk menghidupi industri pariwisata ya? Karena iklan badan pariwisata Malaysia dan Singapura juga hampir tiap malam ada di TV he..he…he….

Ketiga, jadwal produksi suatu industri tidak mudah diubah-ubah.

Jadi silakan menilai sendiri bagaimana dampak keputusan itu terhadap etos kerja bangsa ini.

Kantor tempat saya kerja tidak ikut aturan cuti bersama. Kalau ada yang mau cuti ya silakan saja.

That’s for now and enjoy your day emoticon

May 23, 2006

Statistik

Filed under: my opinion

Tadi siang kebetulan saya ada keperluan dengan Bakornas PBP. Kebetulan ada yang menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan mereka dari Eropa. Jadilah saya kesana sekitar jam 14.00. Ternyata kantornya berdekatan dengan KPK dan KPPU. Setelah bertemu dengan staf di Bakornas PBP saya menyambangi KPK, kebetulan ada seorang kawan yang menjadi Direktur di sana Eko Doyong Mesin UI angkatan ‘80.

Ternyata saya baru mengetahui juga bahwa setidaknya ada dua orang lagi yang saya kenal yang juga bekerja di sana. Junino Yahya, mantan eksekutif Indosat yang menjadi Deputi dan Dr. Budi Brahim yang jadi Direktur Informasi.

Dunia ternyata berkutat di situ-situ juga. Saya jadi teringat pelajaran tentang memori/RAM dulu di bangku kuliah yang mengatakan RAM secara statistik akan mengisi address yang sering dipakai. Secara mikroskopis sudah terbukti mengenai fenoma ini. Ternyata secara makro, manusia pun cenderung dikumpulkan dengan orang yang itu-itu juga.

OK till then, enjoy your day :-)  

May 22, 2006

Akhir Mei Delapan Tahun yang Lalu

Filed under: my opinion

Mei tahun 1998, kebetulan saya ada di semester 2 Pasca Sarjana UI. Saya mencoba mengingat-ingat kembali suasana  di sekitar pecahnya kerusuhan. Dosen-dosen dan teman-teman kuliah sering sekali menyinggung masalah-masalah terjun bebasnya nilai tukar, konstelasi politik dan resesi di sela-sela perkuliahan.

Pada saat hari pertama pecahnya kerusuhan, tanggal 20 Mei 1998 hari Kamis, saya datang ke kantor di Arthaloka agak siang sekitar jam 10.00 karena harus menyelesaikan tugas yang pada hari itu harus dikumpul di Salemba. Teman-teman di kantor ada yang sudah bersiap-siap untuk pulang lagi karena ada isu bahwa orang-orang sudah mulai membakar di Kota. Kantor akhirnya memang ditutup, tapi saya tidak pulang, saya ke Salemba. Mengingat harus mengumpulkan tugas kuliah. Sampai di Salemba sudah banyak mahasiswa yang berkumpul di parkiran lengkap dengan jaket kuningnya.

Saya langsung ke sekretariat Fasilkom dan menyerahkan tugas, rencananya mau langsung pulang. Tapi kelihatannya sudah tidak mungkin. Saya ingat ada Antoni Morris, anak LintasArtha yang seangkatan dengan saya. Dia salah satu aktivis kita. Saya juga ketemu Sularso, anak tugas belajar dari Semarang. Yang mengagetkan ada Seno adik kelas saya di Mesin UI. Rupanya dia dan teman-teman alumni UI saat itu sedang kumpul di Salemba.

Tidak lama kemudian suara sirene meraung-raung dari segala penjuru, Marinir mengamankan jalan Matraman. Saya masih sempat bercanda dengan almarhum Dono Warkop yang waktu itu juga turun ke jalan bersama-sama dengan Iluni. Suasana tegang. Di kejauhan tampak kepulan asap tebal yang berasal dari mobil yang dibakar masa di jalan Matraman. Saya juga sempat melihat mayat-mayat diturunkan dari mobil di depan kamar mayat RSCM. Informasi simpang siur dan tidak jelas. Transportasi masal seperti kereta jabotabek dan bis kota lumpuh total. Untungnya hubungan GSM tidak putus.

Akhirnya saya telpon ke rumah, mengabarkan bahwa saya mungkin tidak pulang malam ini dan berencana menginap di kampus saja. Seno mengajak saya untuk pulang jalan kaki. Tapi setelah saya pikir-pikir jalan kaki ke Cilandak dari Salemba dalam suasana seperti ini sepertinya bukan pilihan yang baik. Saya memilih untuk tinggal dan besok pagi baru pulang.

Pada saat duduk-duduk di sekitar kamar mayat itu saya bertemu lagi dengan Larso. Dia menawarkan saya untuk tinggal di tempat kostnya malam itu. Akhirnya saya terima dan dengan menembus lorong-lorong RSCM saya menyeberang ke jalan Borobudur ke tempat kost dia.

Esok pagi sekitar jam 08.00 sudah ada kendaraan yang jalan. Saya naik bis ke Blok M dan selanjutnya ke Pondok Labu. Saya melihat reruntuhan Pasar Cipete yang hangus dibakar masa sambil membayangkan kengerian yang terjadi kemarin. Semua orang di dalam bis terdiam dan menampakkan kekhawatiran seolah-olah bertanya dan tidak percaya bahwa yang melakukan kerusuhan ini adalah saudaranya sendiri bangsa Indonesia yang terkenal ramah itu.

Dua hari kemudian, Soeharto berhenti dari jabatan presiden. Sesuatu yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan oleh rakyat Indonesia. Rakyat bersuka cita menyambutnya. Tetapi ternyata perjuangan belum selesai di situ. Kini 8 tahun kemudian kita masih saja terpuruk, kelaparan dimana-mana, harga-harga melambung tinggi. Apakah kerusuhan akan terulang kembali? 

May 16, 2006

1: 40,000

Filed under: my opinion

Semalam secara sekilas saya sempat nonton Republik BBM di TV. Mereka ngebahas masalah kesehatan, harga obat yang mahal dan ketersediaan dokter. Saya jadi teringat bahwa per 1 Mei 2006 kemarin adik saya yang satu-satunya wanita mulai menjalankan tugas sebagai dokter puskesmas di daerah terpencil di Tana Toraja. Sebenarnya adik saya ini sudah lulus dokter dari Universitas Hasanuddin pada Desember 2004. Kemudian dia kembali ke Jakarta, rencananya mau ngedaftar pendidikan dokter spesialis di UI. Sayangnya dia gagal test wawancara, yang ketika saya tanyakan ke dia sepertinya intinya adalah dia bisa bayar berapa? Ha? Karena dia masih sangat lugu dia jelaskan bahwa ayah saya seorang pensiunan, dan mungkin dia bisa minta bantuan biaya pendidikan spesialis ke saya. Entah bagaimana pertimbangannya, singkat cerita tim penilai tidak meluluskan dia.

Kemudian di ikut ujian lagi Januari 2006 kemarin. Dan untuk tahap ujian tertulis sudah lulus juga, tinggal menunggu panggilan wawancara. Tetapi kemudian dia berubah pikiran untuk ikut PTT dulu. 

Walaupun tidak seberuntung anak-anak orang kaya atau anak pejabat, kalau mengenai pendidikan saya harus patut bersyukur karena biaya pendidikan saya terhitung murah dan sometimes I feel its free! SD sampai SMA saya di sekolah negeri, kemudian masuk UI lewat PMDK dan S2 juga di UI dan dibayarin. Sebenarnya saya sudah lulus dan dapat korespondensi profesor dari Illinois-Campaign untuk S2 tapi entah kenapa pada tahap akhir beasiswa saya dialihkan ke dalam negeri.

Saya jadi heran kenapa biaya sekolah dan pendidikan tinggi menjadi mahal sekali saat ini?? Kalau dikaitkan dengan minimnya dokter yang katanya 1:40.000 penduduk, harusnya hal ini tidak usah ditanyakan. Menjadi seorang dokter membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Biaya pendidikan untuk menciptakan seorang dokter termasuk yang termahal jadi harusnya pemerintah malah mensubsidi biaya pendidikan itu kalau ingin rasio itu menjadi rasional.

Belum lagi tidak ada sarjana yang diwajibkan untuk mengabdi terlebih dahulu di daerah-daerah seperti dokter. Kita yang biasa tinggal di kota besar akan sangat terperanjat dan tidak betah kalau diharuskan tinggal di daerah terpencil. Jangan membandingkan kota di Sulawesi atau Kalimantan dengan kota di Jawa. Infrastruktur dan taraf hidupnya jauh berbeda.

Jadi ketika adik saya kemudian mengajukan diri untuk menjadi PTT dokter Puskesmas di daerah terpecil di Toraja, saya sebenarnya kaget dan salut juga. Sekaligus sebenarnya sedih juga karena baru 1 tahun ini kita sama-sama lagi di Jakarta setelah 6 tahun dia harus sekolah di Makassar.